Dulu pernah ada dan kini pergi, bahkan sudah hilang dari pandangan, dan luka yang tergores tidak dapat dibalut dengan kain, hanya tangisan di pipi sebagai tanda sakit hati. Berharap ada yang lain untuk mengisi rasa ini sampai nanti terikat hubungan aku, kamu, dan tuhan.
Jika saja kau seperti senja di sore itu, hilang perlahan-lahan dari pandangan mata, mungkin aku bisa menunggu pagi sebagai tanda aku disini menunggumu. Bila kutatap bintang yang indah, membuat pipi ini basah hingga ke bibir, aku duduk di sisi kamar dan melihat jendela yang terbuka, dan kini aku sadar malam yang dihiasi bintang telah berganti sinar mentari pagi.
Daun yang jatuh ke permukaan air, membawa kenangan manis untuk dilupakan, dan berharap buah yang jatuh memberi kehidupan demi masa depan yang lebih indah. Ikhlas untuk mendapatkan kesempurnaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar