KOMPUTER SEBAGAI MEDIA
PEMBELARAN
Dalam bidang
pendidikan, proses pembelajaran diidentikkan dengan proses penyampaian
informasi atau komunikasi. Dalam hal ini media pembelajaran merupakan bagian
yang tak terpisahkan pada lembaga pendidikan. Pemanfaatan media pembelajaran
merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang dapat
membelajarkan siswa sehingga pada akhirnya lembaga pendidikan akan mampu
menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Melihat
keterbatasan yang melekat pada media konvensional, maka sudah saatnya media
konvensional ditingkatkan kualitasnya atau bahkan diganti dengan mengembangkan
suatu media pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus interaktif, di antaranya
adalah media pembelajaran yang dirancang dengan menggunakan bantuan komputer.
Perkembangan media pembelajaran dengan berbasis komputer sekarang ini dalam
aplikasinya sudah menggunakan gabungan beberapa media yang disebut sebagai
“multimedia” sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, efisien,
dan menarik.
Berdasarkan
pentingnya upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran maka sangatlah
diperlukan adanya upaya pengembangan suatu media pembelajaran yang bersifat
interaktif berupa “multimedia pembelajaran dengan berbasis komputer”.
Multimedia pembelajaran yang berbasis komputer ini dinilai lebih interaktif
karena komputer dinilai mampu melengkapi para siswa dengan model, drill,
latihan, alat referensi, sistem dan lingkungan simulasi, tes, dan perhitungan
yang kompleks.
A.
Pengertian Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer
Menurut Budi
Sutedjo Dharma Oetomo (2002: 109), secara umum multimedia diartikan sebagai
kombinasi teks, gambar, seni grafik, animasi, suara dan video. Aneka media
tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan kerja yang akan menghasilkan suatu
informasi yang memiliki nilai komunikasi yang sangat tinggi. Artinya, informasi
bahkan tidak hanya dapat dilihat sebagai hasil cetakan, melainkan juga dapat
didengar, membentuk simulasi dan animasi yang dapat membangkitkan minat dan
memiliki nilai seni grafis yang tinggi dalam penyajiannya.
Dapat ditarik
kesimpulan bahwa multimedia merupakan suatu gabungan antara teks, gambar,
grafis, animasi, audio dan video, serta cara penyampaian interaktif yang dapat
membuat suatu pengalaman belajar bagi siswa seperti dalam kehidupan nyata di
sekitarnya.
“Multimedia
Pembelajaran Berbasis Komputer” adalah suatu media belajar berisi program
(software) pembelajaran yang bersifat interaktif terdiri dari gabungan antara
teks, gambar, grafis, sound, animasi, movie, audio dan video yang dibuat dengan
program aplikasi komputer dan diakses/ditayangkan melalui bantuan komputer.
B.
Peranan Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran
![]() |
Pembelajaran
Media Komputer Secara Kelompok
Disimpulkan
bahwa penggunaan multimedia berbasis komputer dalam pembelajaran mempunyai
manfaat, antara lain:
1. Pembelajar
dapat bekerja secara mandiri menurut tingkat kemampuannya atau dalam kelompok
kecil.
2. Lebih
efektif untuk menjelaskan materi baru yang bersifat simulasi interaktif
sehingga pembelajar mendapatkan suatu pengalaman belajar yang menarik.
3. Penilaian
yang ada dapat memberikan umpan balik yang cepat pada mahasiswa untuk
mengetahui kemampuannya pada suatu masalah atau materi tertentu sehingga dapat
digunakan sebagai penilaian sumatif.
4. Dengan
teknik pemecahan suatu masalah, siswa akan mempunyai cara tersendiri untuk
memecahkan masalahnya dengan materi yang sama dengan temannya. Hal itu sangat
berguna untuk pemecahan masalah pada materi berikutnya.
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran berbasis komputer dapat membuat
pembelajar melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan suatu
permasalahan secara pribadi maupun kelompok. Hal ini juga merupakan pendekatan
“student centered learning” yang membiarkan pembelajar mempunyai pola pikir
sendiri dalam mencapai tujuan belajarnya. Di satu sisi, peran guru juga berubah
dari pemain utama menjadi pendamping dalam suatu pembelajaran.
C.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer
menurut Gay
(1981: 10), penelitian dan pengembangan pendidikan adalah suatu usaha untuk
mengembangkan suatu produk yang efektif berupa bahan pembelajaran untuk
digunakan di sekolah, bukan untuk menguji teori. 14 Definisi model pengembangan,
menurut Havelock (1976: 10-39), merupakan suatu proses rangkaian tahapan yang
teratur, yang dimulai dari identifikasi masalah, kemudian aktivitas penemuan
atau produksi suatu solusi untuk permasalahan yang diungkap, dan diakhiri
dengan penyebaran solusi tersebut kepada kelompok yang ditargetkan.
Sedangkan
pendapat lain dari Arief S. Sadiman (2003: 97) dijelaskan bahwa tahapan
pengembangan suatu produk media meliputi empat tahapan, yaitu (1) tahap desain;
(2) tahap penulisan naskah media; (3) tahap produksi; (4) tahap evaluasi.
D.
Keunggulan Pembelajaran yang Berbasis Komputer
Pembelajaran
berbasis komputer (computer-based instructional/CBI) dipandang sebagai suatu
strategi yang dikembangkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran. Dalam
hubungan ini ada beberapa keunggulan pembelajaran dengan berbasis komputer,
yaitu:
1. Cara kerja
baru dengan komputer akan membangkitkan motivasi kepada pembelajar dalam
belajar.
2. Warna,
musik, grafis, dan animasi dapat menambahkan kesan realisme dan menuntut latihan,
kegiatan laboratorium, simulasi, dan sebagainya.
3. Respons
pribadi yang cepat dalam kegiatan-kegiatan belajar siswa akan menghasilkan
penguatan yang tinggi.
4. Kemampuan
memori memungkinkan penampilan pembelajar yang telah lampau direkam dan dipakai
dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya di kemudian hari.
5. Kesabaran,
kebiasaan pribadi yang dapat diprogram melengkapi suasana sikap yang lebih
positif, terutama berguna sekali untuk pembelajar yang lamban.
6. Kemampuan
daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan, pemberian
perintah secara individual dapat dipersiapkan bagi semua pembelajar, terutama
untuk para pembelajar yang dikhususkan, dan kemajuan belajar mereka pun dapat
diawasi terus.
E.
Keterbatasan Pembelajaran dengan Berbasis Komputer
Seperti halnya
media dan inovasi-inovasi teknologi lainnya yang tidak lepas dari adanya
keterbatasan, pada pembelajaran berbasis komputer pun mempunyai beberapa
keterbatasan, di antaranya:
1. Walaupun
harga dan pemakaian komputer sudah diturunkan secara drastis pengajaran dengan
komputer relatif tetap masih mahal. Oleh karena itu, ongkos dan manfaat
pemakaian komputer dalam pengajaran perlu diperhitungkan secara hati-hati.
Demikian pula masalah pemeliharaannya, terutama bila perlengkapannya rusak
karena pemakaian yang berat.
2. Rancangan
dan produksi komputer, terutama untuk tujuan pengajaran, masih terbelakang bila
dibandingkan dengan rancangan dan produksi komputer untuk maksud-maksud lain,
misalnya untuk analisis data.
3.
Materi-materi pengajaran langsung yang bermutu tinggi yang mempergunakan
komputer kurang sekali, terutama yang mempergunakan mikrokomputer. Di samping
itu, terdapat masalah dalam menggabungkan, misalnya seringkali terjadi
perangkat lunak yang dikembangkan untuk sistem komputer yang satu tidak dapat
dipergunakan pada sistem komputer yang lain.
![]() |
Dosen Pengajar Dalam Penyampaian Materi
4. Pengajar yang merancang materi pengajaran dengan menggunakan
komputer bisa bertambah beban pekerjaannya, termasuk memahami keterbacaan
komputer.
5. Kreativitas
mungkin bisa terpaku pada pengajaran yang dikomputerkan saja. Komputer adalah
abdi untuk mematuhi perintah program-programnya, dan respons pembelajar yang
hakiki atau kreatif akan terabaikan.
Tentu saja keterbatasan-keterbatasan
di atas memang menjadi masalah, namun masalah-masalah yang ada sekarang boleh
jadi bukan merupakan masalah di masa yang akan datang. Pembelajaran berbasis
komputer dengan mengesampingkan keterbatasan saat ini, memiliki potensi dalam pembelajaran
yang dinamis di saat ini dan tahun-tahun yang akan datang. Dimulai dari
pembelajaran terprogram, komputer merupakan langkah logis selanjutnya menuju
pembelajaran individu yang lengkap.
F.
Penutup
Pengembangan
multimedia pembelajaran berbasis komputer ini dilakukan untuk memperoleh beberapa
manfaat sebagai berikut:
a.
Bagi Pembelajar
Produk
pengembangan multimedia pembelajaran berbasis komputer ini dapat digunakan
untuk:
a.
Memfasilitasi active learningbagi pembelajar sehingga dapat mengurangi kepasifan
belajar.
b. Meningkatkan
efektivitas belajar sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi
belajarnya.
c. Meningkatkan
efisiensi belajar sehingga dapat mengoptimalkan waktu belajarnya.
d. Media yang
menarik bagi pembelajar sehingga dapat meningkatkan motivasi belajarnya.
e. Alternatif
sumber belajar mandiri yang motivasional (dapat meningkatkan motivasi) dan
situasional (dapat dilaksanakan kapan/di mana saja) bagi para pembelajar.
b.
Bagi Pelajar
Produk
pengembangan multimedia pembelajaran berbasis komputer ini dapat berfungsi
sebagai media bantu yang efektif bagi pengajar dalam mengelola kegiatan
pembelajaran siswa, baik secara klasikal maupun individual. Produk pengembangan
multimedia pembelajaran berbasis komputer ini juga efisien mengatasi keterbatasan
waktu yang tersedia dengan padat/banyaknya materi pelajaran yang harus
diselesaikan sehingga produk multimedia ini menjadi metode alternatif yang
efektif, efisien sekaligus menarik dalam menyajikan bahan pelajaran di samping
penggunaan metode konvensional yang menggunakan buku cetak sebagai sumber
utamanya.
c.
Bagi Lembaga Pendidikan
![]() |
Proses Pembelajaran Menggunakan Komputer
Produk
pengembangan multimedia ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikan pada sebuah lembaga
pendidikan, sehingga dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi
(Insformation and Communication Technology/ICT) ke dalam kurikulum
pendidikannya, akan mencerminkan sebuah lembaga pendidikan yang adaptif dengan
tuntutan kemajuan, modernisasi, dan globalisasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar